
Bapak Agus Arwani dikenal sebagai sosok akademisi sekaligus pengelola institusi yang berintegritas. Selain mengemban amanah sebagai dosen, saat ini beliau dipercaya sebagai Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) periode 2025–2029. Kiprahnya di SPI bukanlah hal baru. Sejak tahun 2016, beliau telah terlibat aktif sebagai Sekretaris SPI, menunjukkan loyalitas dan konsistensi dalam menjaga tata kelola, akuntabilitas, serta kepatuhan institusi.
Penghargaan Satya Lencana 10 Tahun ini mencerminkan perjalanan pengabdian yang panjang dan berkesinambungan. Selama menjalankan tugas, Bapak Agus Arwani dikenal sebagai pribadi yang disiplin, berwawasan luas, teliti, loyal, inofatif serta konsisten dalam menjalankan setiap amanah. Sikap profesional tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja yang bersih dan bertanggung jawab, khususnya di lingkungan perguruan tinggi keagamaan negeri.
“Alhamdulillah, penghargaan Satya Lencana 10 Tahun ini saya terima dengan penuh rasa syukur kepada Allah SWT. Amanah pengabdian ini adalah hasil dari proses panjang, doa keluarga, dukungan pimpinan, serta kebersamaan rekan-rekan kerja. Semoga penghargaan ini tidak hanya menjadi tanda masa kerja, tetapi penguat komitmen untuk terus bekerja dengan integritas, tanggung jawab, dan kebermanfaatan.”
Lebih dari sekadar penghargaan administratif, Satya Lencana menjadi simbol keteladanan pengabdian. Sosok Bapak Agus Arwani merepresentasikan nilai ASN yang tidak hanya menjalankan tugas secara formal, tetapi juga menjiwainya sebagai bentuk ibadah dan kontribusi nyata bagi institusi, mahasiswa, dan masyarakat luas. Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama melalui capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh sivitas akademika dan ASN di lingkungan UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan untuk terus menguatkan komitmen pengabdian—bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan orientasi pada kebermanfaatan bersama.